Rabu, 29 April 2015

Perkembangan E-Commerce dan pengalaman saya dalam membeli barang secara online

PERKEMBANGAN E-COMMERCE

Meningkatnya  pemakaian  internet di Indonesia saat ini menjadikankebiasaan belanja online salah satu pilihan yang tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia. Seiring dengan hal ini, banyak sekali situs toko online di tanah air sehingga kebiasaan berbelanja di pusat perbelanjaan atau di mall berubah menjadi belanja via toko online.
Saat ini jumlah pemakai internet di Indonesia menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat jumlah 62,9 juta orang dari total 215 juta penduduk, jumlah pemakai ini masih tergolong sedikit, tetapi disisi lain menurut riset dari daily social dan daily transpayment gateway Indonesia diperkirakan pengguna internet akan mencapai angka 150 juta orang dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Angka yang meningkat tajam ini mengisyaratkan bahwa prospek perkembangan e-commerce di Indonesia ditahun-tahun mendatang akan menjadi sangat cerah.
Perkembangan pesat e-commerce yang terjadi di Indonesia ini tidak serta merta terjadi tanpa sebab. Andil pemain besar e-commerce di Indonesia dimulai sejak tahun 1996 dengan berdirinya perintis belanja online Dyviacom Intrabumi atau D-Net Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Contoh e-commerce di Indonesia yang ikut meramaikan dan kini memiliki reputasi yang baik adalah seperti bhineka.com, blibli.com, tokopedia.com, gramedia.com tokobagus.com. Jajaran e-commerece besar ini telah berhasil meraih kepercayaan konsumernya.
Pada tahun 2012, suatu perusahaan e-commerce di Indonesia mencatat bahwa 41% penjualan mereka berasal dari Jakarta, tapi enam bulan selanjutnya angka ini turun menjadi 22%. Ini menunjukkan bahwa tidak hanya konsumen di Jakarta saja yang rutin berbelanja online, konsumen di luar Jakarta pun tidak ingin ketinggalan mengikuti perkembangan zaman dengan menunjukkan kontribusi mereka pada pasar e-commerce di Indonesia.
Data dari lembaga riset ICD memprediksi bahwa pasar e-commerce di Indonesia akan tumbuh 42% dari tahun 2012-2015. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan negara lain seperti Malaysia (14%), Thailand (22%), dan Filipina (28%)

Perkembangan e-commerce paling pesat di Indonesia adalah pada 5 tahun terakhir ini, hal ini disebabkan oleh karena semakin banyak investor asing telah melirik dan menanamkan modalnya untuk pasar toko online di Indonesia, contohnya seperti Lazada, Zalora, Tokopedia dll. Jajaran web toko online ini merupakan kepanjangan tangan dari Rocket Internet yang bermarkas besar di Jerman, dan telah memiliki website sejenis di 5 negara di Asia Tenggara salah satunya Indonesia.
Berdasarkan data dari Bolton Consulting Group (BCG), pada tahun 2013 golongan kelas menengah di Indonesia sudah mencapai angka 74 juta orang dan diprediksi pada tahun 2020, angka ini naik menjadi 141 juta orang atau sekitar 54% dari total penduduk di Indonesia. Melihat dari data ini, sudah jelas dan bisa dipastikan bahwa potensi pasar e-commerce di Indonesia sangatlah besar. Dengan meningkatnya golongan kelas menengah, orang-orang tidak akan segan untuk mengkonsumsi uang mereka untuk membeli berbagai macam barang yang mereka inginkan. Tapi walaupun memiliki potensi yang besar, tetap ada beberapa masalah yang menjadi penghambat pertumbuhan konsumen yang pernah belanja online.
Dalam artikel di WSJ menyatakan bahwa penyebab pertama kenapa orang Indonesia sampai saat ini masih ada yang belum pernah belanja online adalah rendahnya penetrasi kartu debit dan kredit. Berdasarkan data dari Euromonitor International di tahun 2013, ada 92 juta atau lebih dari 40% akun bank yang terhubung ke kartu kredit dan debit dari total penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta. Jika dibandingkan dengan penetrasi mobile phone, angka ini masih rendah karena sekitar 85% orang Indonesia memiliki mobile phone yang mana setiap bulannya mereka menghabiskan 661 halaman untuk browsing.
Penyebab kedua kenapa orang Indonesia belum pernah belanja online adalah ketidakpercayaan. Data riset dari Nielsen menyatakan bahwa 60% orang Indonesia masih takut untuk memberikan informasi kartu kredit mereka di internet untuk belanja online, lebih besar dari negara-negara di Asia Tenggara kecuali Filipina. Walaupun jumlahnya masih rendah dibanding negara dengan total penduduk besar lainnya, jumlah pengguna kartu kredit di Indonesia sudah mulai bertumbuh, pada tahun ini diharapkan pengguna kartu kredit di Indonesia akan mencapai angka 16.5 jutaBerbeda dengan kartu kredit, jumlah kartu debit di Indonesia jauh lebih unggul yaitu hampir mencapai 80 juta pada tahun 2013 kemarin.
Ini adalah permasalahan yang harus dipecahkan perusahaan e-commerce dari sisi infrastruktur dan juga sistem pembayarannya. Perusahaan e-commerce harus bisa meyakinkan calon customer mereka agar mereka mau berbelanja secara online khususnya untuk target pasar anak muda yang pada umumnya sangat mengetahui perkembangan teknologi. Jika suatu perusahaan e-commerce bisa memberikan rasa kenyamanan dalam berbelanja online dan menyediakan sistem pembayaran yang bisa diterima banyak orang, diharapkan akan semakin banyak orang Indonesia yang tidak akan ragu lagi untuk berbelanja, baik menggunakan kartu kredit ataupun debit mereka.

Seperti yang anda ketahui bahwa Indonesia memiliki berbagai macam bank. Banyaknya bank ini termasuk hal yang mempersulit perusahaan e-commerce untuk menerima sistem pembayaran dari berbagai bank ini. Untuk mengatasi hal ini, beberapa perusahaan e-commerce di Indonesia seperti Tiket.com dan Traveloka.com menawarkan sistem pembayaran dari 14 channel pembayaran dari berbagai macam bank. Dengan begini, tidak ada lagi alasan bagi konsumen untuk tidak berbelanja online karena masalah pembayaran sudah dipecahkan.

PENGALAMAN MEMBELI BARANG SECARA ONLINE

Pada kesempatan kali ini saya akan sharing kepada para pembaca mengenai pengalaman membeli barang secara online. Saya ini termasuk golongan yang ga yakin sama belanja barang secara online, karena sebagian besar toko online mensyaratkan untuk transfer uang terlebih dahulu sebelum barang yang dibeli dikirim ke alamat pembeli. Saya berfikir, bagaimana kalau uangnya sudah di transfer dan barang tidak dikirim? Oleh sebab itulah saya memutuskan untuk tidak pernah melakukan transaksi online. Tetapi saya berubah pikiran, sewaktu saya masih 2 SMA. Pada saat itu teman saya membeli jersey dan aksesoris klub ‘Real Madrid’. Lalu saya bertanya kepada teman saya dimana dia membeli jersey dan aksesoris klub Real Madrid tersebut, lalu dia memberitahu saya bahwa dia membelinya secara online di salah satu toko online yang ada di ‘Facebook’. Saya pun tertarik, lalu saya minta rekomendasi toko online mana saja yang terpercaya tanpa adanya penipuan. Lalu saya akhirnya browsing toko online yang teman saya rekomendasikan kepada saya. Pertama kali saya membeli barang secara online itu di toko yang bernama ‘Distro Jersey Ind’, toko ini menjual bermacam-macam pakaian. Karena awalnya saya tertarik hanya untuk membeli jersey klub Real Madrid, saya hanya membeli jersey Real Madrid di toko tersebut. Langkah-langkah pembeliannya pun tidak ribet, hanya melihat-lihat pakaian mana yang ingin kalian beli dan sms atau bbm saja nomor atau pin bbm yang tertera pada catatan di gambar pakaian yang di jual di toko tersebut. Lalu saya telah konfirmasi ke penjualnya dan hanya mentransfer uang ke rekening yang telah diberitahu si penjual. Uangnya pun sudah ditransfer dan yang saya tidak takut akan penipuan, karena ada album testimoni, album tersebut berisi fakta-fakta tentang pembeli lain yang telah belanja online di toko tersebut. Sekitar 3-4 hari pesanan yang saya pesan pun datang melalui courir JNE, mungkin si penjual menggunakan jasa JNE untuk mengirim barang ke alamat saya. Saya merasa puas akan pembelian barang secara online ini tanpa ada kecacatan dari barang yang di pesan. 

Setelah pengalaman pertama kali saya dalam membeli barang secara online. Saya berminat kembali untuk membeli barang-barang secara online. Saya pernah beli barang di lazada, bhineka, tokopedia, dan toko online lainnya.

ANALISIS WEB E-COMMERCE (DCloth )

Anggota Kelompok :
Andre Ibrahim Latief       ( 50413909 )
Raka M. Akbar                 ( 57413212 )
Alvian Eka Redianto        ( 50413724 )
Dimas Eka Pradana        ( 52413490 )
Asep Sopian Sauri          ( 51413433 )
Fauzi Pratama                 ( 53413328 )
Ahmad Akbar Ali              ( 50413393 )
Muhammad Hamim         ( 55413951 )
Dalam pembuatan suatu website,alangkah baiknya kita buat terlebih dahulu rancangan awal tentang website yang akan kita buat.Rancangan ini meliputi analisis kebutuhan pelanggan dan rancangan sistem websitenya.

Analisis web merupakan urutan langkah sistematis user ketika mengakses suatu website,dari mulai proses login hingga proses logout.Semua kegiatan yang dilakukan oleh user terhadap web akan tercantum secara rinci dalam analisis suatu website.

Rancangan sistem merupakan alur diagram yang menunjukkan hubungan antar komponen dalam sebuah web yang diawali dari komponen puncak sampai komponen anak yang memiliki sub komponen anak masing-masing. 

  • User melakukan login kedalam website,jika belum mempunyai akun yang terdaftar,user terlebih dahulu melakukan register.
  • User sukses melakukan sign-in ataupun register.
  • User masuk pada halaman produk untuk melihat katalog barang yang dijual oleh collection”K
  • User memilih produk yang sesuai untuk dibeli.
  • User diarahkan pada halaman chart,setelah memilih barang yang akan dibeli,dengan demikian user akan dapat memastikan bahwa barang yang dibeli sudah tercantum dalam keranjang belanja sebelum melakukan transaksi lebih lanjut.
  • Selanjutnya user diberikan pilihan untuk langsung membayar barang yang dibeli,atau kembali pada halaman produk untuk melanjutkan proses transaksi.
  • Jika user memilih kembali ke halaman produk,maka user akan langsung diarahkan pada halaman tujuan,jika tidak,maka user akan diarahkan pada halaman pembayaran produk.
  • User dialihkan pada halaman pembayaran produk.User diminta mengisi keterangan lengkap pribadi yang dibutuhkan untuk proses transaki meliputi : Nama lengkap,alamat,no telp.
  • Selanjutnya user diminta untuk memilih metode pembayaran yang tersedia,via paypal,transfer bank.
  • User melakukan verifikasi pembayaran produk.
  • User menerima verifikasi pembayaran produk via email.
  • User selesai melakukan transaksi produk.
  • User keluar(sign-out) dari akun web collections”K".
Adapun skema dari web kami adalah sebagai berikut :

Capture
Gambar 1.Rancangan Sistem Website Collection "K"

Itulah beberapa penguraian tentang analisis dan rancangan website dari kelompok kami,adapun kekurangan dan ketidaksempurnaan analisis yang kami buat,mohon kritik dan masukkan yang membangun,agar kami selaku kelompok dapat menyempurnakan analisis yang telah kami buat.Sehingga apa yang dapat kami sampaikan dalam postingan ini menjadi suatu informasi yang tepat dan dapat dipercaya.Terimakasih.

Sabtu, 21 Maret 2015

Tugas Web E-Commerce

Untuk tugas membuat web e-commerce, kami menggunakan HTML5. Maka dari itu kami akan membahas sedikit tentang HTML5.

HTML5

Dari penjelasan yang ada di wikipedia : HTML5 merupakan sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari World Wide Web, sebuah teknologi inti dari Internet. HTML5 adalah revisi kelima dari HTML dan hingga bulan Juni 2011 masih dalam pengembangan.

Dimana tujuan utama pengembangan HTML5 adalah untuk memperbaiki teknologi HTML agar mendukung teknologi multimedia terbaru, mudah dibaca oleh manusia dan juga mudah dimengerti oleh mesin.

HTML5 merupakan hasil proyek dari W3C (World Wide Web Consortium dan WHATWG ( Web Hypertext Application Technology Working Group ).
Dimana WHATWG bekerja dengan bentuk web dan aplikasi dan W3C merupakan pengembang dari XHTML 2.0 pada tahun 2006, kemudian mereka memutuskan untuk bekerja sama dan membentuk versi baru dari HTML.


Berikut tujuan dibuatnya HTML5 :

  • Fitur baru harus didasarkan pada HTML, CSS, DOM, dan JavaScript
  • Mengurangi kebutuhan untuk plugin eksternal ( Seperti Flash )
  • Penanagan kesalahan yang lebih baik
  • Lebih markup untuk menggantikan scripting
  • HTML5 merupakan perangkat mandiri
  • Proses pembangunan dapat terlihat untuk umum

Fitur baru dalam HTML5 :

  • Unsur kanvas untuk menggambar
  • Video dan elemen audio untuk media pemutaran
  • Dukungan yang lebih baik untuk penyimpanan secara offline
  • Elemen konten yang lebih spesifik, seperti artikel, footer, header, nav, section
  • Bentuk kontrol form seperti kalender, tanggal, waktu, email, url, search.

Beberapa browser sudah mendukung HTML5 seperti safari, chrome, firefox, dan opera. Kabarnya IE9 ( Internet Explorer ) akan mendukung beberapa fitur dari HTML5.

Pembuatan HTML5 juga di karenakan Standard HTML4 yang dijumpai banyak memiliki kelemahan untuk mendukung aplikasi web yang interaktif. Akibat hal ini banyak orang menambahkan fitur baru baik disisi aplikasi web ataupun disisi browser. Solusi ini dikenal dengan plugin dan salah satunya adalah Flash dan Silverlight.

XAMPP
Xampp adalah perangkat yang menggabungkan tiga aplikasi kedalam satu paket,yaitu Apache,MySQL,dan PHPMyAdmin,Dengan Xampp pekerjaan anda sangat dimudahkan karena dapat menginstalasi dan mengkonfigurasi ketiga aplikasi tersebut dengan sekaligus dan otomatis. Dalam membuat web e-commerce ini kami tidak menggunakan xampp sebagai localhost dari web kami. Akan tetapi web kami sudah berada di bawah kendali situs : www.wix.com. Tetapi kami akan membuat tutorial untuk meng-install XAMPP di sistem operasi Windows, berikut caranya.

Cara Instal XAMPP di Windows :
  1. Download aplikasi XAMPP xampp-win32-1.8.1-VC9-installer.exe.
  2. Klik 2x file xampp yang baru saja Anda download, selanjutnya akan muncul jendela “installer language” seperti di bawah ini:
    instal xampp, xampp localhost
  3. Selanjutnya pilih bahasa. Pilih Bahasa Inggris (English). Lalu Klik OK.
  4. Terkadang pada proses ini muncul pesan error. Jika ada, abaikan saja dan lanjutkan dengan klik OK dan YES.
    2-instal-xampp
    3-instal-xamp
  5. Berikutnya akan muncul jendela yang isinya meminta Anda menutup semua aplikasi yang sedang berjalan. Jika semua aplikasi sudah ditutup, maka klik tombol Next.
    4-instal-xampp
  6. Selanjutnya Anda akan diminta untuk memilih aplikasi yang mau diinstal. Centang saja semua pilihan dan klik tombol Next.
    5-instal-xampp
  7. Kemudian Anda akan diminta untuk menentukan lokasi folder penyimpanan file-file dan folder XAMPP. Secara default akan diarahkan ke lokasi c:\xampp. Namun jika Anda ingin menyimpannya di folder lain bisa klik browse dan tentukan secara manual folder yang ingin digunakan. Jika sudah selesai, lanjutkan dan klik tombol Install.
    6-instal-xampp
  8. Tunggu beberapa menit hingga proses intalasi selesai. Jika sudah muncul jendela seperti di bawah ini, klik tombol Finish untuk menyelesaikannya.
    7-instal-xampp
  9. Berikutnya, akan muncul jendela dialog seperti gambar di bawah ini yang menanyakan Anda apakah mau langsung menjalankan aplikasi XAMPP atau tidak. Jika ya, maka klik YES.
    8-instal-xampp

Cara Menjalankan Aplikasi XAMPP

  1. Bukalah aplikasi XAMPP, bisa melalui Start Menu atau Desktopdan klik icon XAMPP. Atau, jika Anda membukanya begitu proses instalasi selesai maka klik Yes seperti yang terlihat pada gambar di atas.
  2. Setelah terbuka, silahkan klik tombol Start pada kolom Action sehingga tombol tersebut berubah menjadi Stop. Dengan mengklik tombol tersebut, artinya itulah aplikasi yang dijalankan. Biasanya jika saya menggunakan XAMPP, yang saya start hanyalah aplikasi Apache dan MySQL, karena saya tidak memerlukan aplikasi seperti Filezilla, dan lain-lain.
    9-instal-xampp
    10-instal-xampp
  3. Sekarang bukalah browser kesukaan Anda, dan coba ketikkanhttp://localhost/xampp di address bar. Jika muncul tampilan seperti gambar di bawah ini, instalasi telah berhasil.
    11-instal-xampp
Selamat, akhirnya Anda berhasil menginstal aplikasi XAMPP. Sekarang komputer Anda sudah berfungsi seperti server dan bisa menjalankan aplikasi-aplikasi berbasis web.

Fitur Web E-Commerce


asdasddsa


Sabtu, 24 Januari 2015

Program Akhir Softskill

Nama : ·         
52413515 - Dimas Rizki ·       
53413328 - Fauzi Pratama ·        
 55413951 - Muhammad Hamim


Form :



Listing :

unit Unit1;

interface

uses
  Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
  Dialogs, ExtCtrls, StdCtrls;

type
  TForm1 = class(TForm)
    btnStart: TButton;
    Button2: TButton;
    lblClick: TLabel;
    btn1: TButton;
    btn2: TButton;
    btn3: TButton;
    btn4: TButton;
    Label2: TLabel;
    lblScore: TLabel;
    Label4: TLabel;
    edtName: TEdit;
    Timer2: TTimer;
    Timer3: TTimer;
    lblBravo: TLabel;
    Timer1: TTimer;
    Label1: TLabel;
    Label3: TLabel;
    Timer4: TTimer;
    lblWkt: TLabel;
    Label6: TLabel;
    procedure Selesai;
    procedure btnStartClick(Sender: TObject);
    procedure Timer1Timer(Sender: TObject);
    procedure btn1Click(Sender: TObject);
    procedure btn2Click(Sender: TObject);
    procedure btn3Click(Sender: TObject);
    procedure btn4Click(Sender: TObject);
    procedure edtNameKeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
    procedure Timer2Timer(Sender: TObject);
    procedure Timer3Timer(Sender: TObject);
    procedure Button2Click(Sender: TObject);
    procedure Timer4Timer(Sender: TObject);
  private
    { Private declarations }
  public
  Tukar, Score, Tanya,Waktu : Integer;
  Blink : Boolean;
  end;

var
  Form1: TForm1;

implementation

{$R *.dfm}
procedure TForm1.Selesai;
begin
Timer1.Enabled := False;
Timer4.Enabled := False;
btn1.Enabled := False;
btn2.Enabled := False;
btn3.Enabled := False;
btn4.Enabled := False;

lblScore.Visible := False;
edtName.Enabled := True;
edtName.SetFocus;

lblClick.Visible := False;
end;


procedure TForm1.btnStartClick(Sender: TObject);
begin
Score := 0;
Waktu := 60;
Tukar := 0;

lblScore.Visible := True;
lblClick.Visible := True;
lblClick.Left := 33;
lblBravo.Caption := '';
lblBravo.Visible := False;
edtName.Enabled := False;
edtName.Clear;

Timer1.Enabled := True;
Timer4.Enabled := True;
btn1.Enabled := True;
btn2.Enabled := True;
btn3.Enabled := True;
btn4.Enabled := True;
lblScore.Caption := '0';
lblWkt.Caption := '60';

end;

procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject);
var
CapTmp : String;
begin
CapTmp := btn1.Caption;
btn1.Caption := btn2.Caption;
btn2.Caption := btn3.Caption;
btn3.caption := btn4.Caption;
btn4.Caption := CapTmp;
Inc(Tukar);

end;

procedure TForm1.btn1Click(Sender: TObject);
begin
if btn1.Caption = 'x' then
Score := Score + 10
else
Score := Score - 5;

lblScore.Caption := IntToStr(Score);
end;

procedure TForm1.btn2Click(Sender: TObject);
begin
if btn2.Caption = 'x' then
Score := Score + 10
else
Score := Score - 5;

lblScore.Caption := IntToStr(Score);
end;

procedure TForm1.btn3Click(Sender: TObject);
begin
if btn3.Caption = 'x' then
Score := Score + 10
else
Score := Score - 5;

lblScore.Caption := IntToStr(Score);
end;

procedure TForm1.btn4Click(Sender: TObject);
begin
if btn4.Caption = 'x' then
Score := Score + 10
else
Score := Score - 5;

lblScore.Caption := IntToStr(Score);
end;

procedure TForm1.edtNameKeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
begin
if Key = #13 Then
begin
lblBravo.Visible := True;
if Score >= 50 then
lblBravo.Caption := 'Selamat Anda Menang' + ' ' + edtName.Text
else
lblBravo.Caption := 'Not Lucky' + ' ' + edtName.Text;

btnStart.SetFocus;
end;
end;

procedure TForm1.Timer2Timer(Sender: TObject);
begin
Blink := not Blink;
if Blink then
lblBravo.Font.Color := clRed
else
lblBravo.Font.Color := clBlue;
end;


procedure TForm1.Timer3Timer(Sender: TObject);
begin
if lblClick.Left <= 230 Then
lblClick.Left := lblClick.Left + 1
else
lblClick.Left := 0;
end;

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
Tanya := Application.MessageBox('Apa kau yakin ingin keluar permainan ?',
'Confirmation', MB_YESNO + MB_ICONQUESTION);
if Tanya = 6 then
begin
Application.MessageBox('Terimakasih telah bermain', 'Byee. . Byee..', MB_OK + MB_ICONINFORMATION);
Application.Terminate;
end;
end;

procedure TForm1.Timer4Timer(Sender: TObject);
begin
if lblWkt.Caption = '0' then
Selesai
else
Waktu := Waktu - 1;
lblWkt.Caption := IntToStr(Waktu);
end;
end.

Output :



Rabu, 10 Desember 2014

Gambar



Komponen Pada Borland Delphi 7 (Bagian 2)

52413515 - Dimas Rizki 
53413328 - Fauzi Pratama 
55413951 - Muhammad Hamim 

Kamis, 20 November 2014

Komponen Pada Borland Delphi 7

Nama : 
52413515 - Dimas Rizki
53413328 - Fauzi Pratama
55413951 - Muhammad Hamim 

Borland Delphi 7 merupakan salah satu perangkat lunak atau program pengembangan aplikasi berbasis object yang menggunakan bahasa pemrograman pascal yang di produksi oleh Borland Company. Sebagai salah satu bahasa pemrograman Borland Delphi 7 mempunyai keunggulan dari segi produktifitas, yaitu :

  • Kualitas dari lingkungan pengembangan visual
  • Kecepatan dari compiler dibandingkan dengan kompleksitasnya
  • Kekuatan dari bahasa pemrograman dibandingkan dengan kompleksitasnya
  • Fleksibilitas dari arsitektur basis data
  • Pola desain dan pemakaian yang diwujudkan oleh framework-nya
Borland Delphi 7 dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis aplikasi seperti permainan (games), internet, hingga ke aplikasi database. Khusus untuk pemrograman database, Boland Delphi 7 menyediakan fitur objek yang kuat dan lengkap yang memudahkan programmer dalam membuat program. Format database yang dapat diakses Borland Delphi 7 adalah format database Paradox, dBase, Microsoft Access, ODBC, SyBASE, Oracle, MySQL, MS SQL Server, Informix, Interbase dan lain-lain.

Menggunakan Borland Delphi 7

Untuk memulai atau menjalankan program aplikasi Delphi 7 langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:


  • Jika sudah ada icon Delphi 7 di desktop, di klik 2x saja.

  • Jika belum ada, pertama kita harus mengklik menu Start >> All Programs >> Pilih Borland Delphi 7, kemudian klik Delphi 7

Sesaat kemudian akan muncul tampilan lingkungan kerja Borland Delphi 7 (IDE) seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.





















Jendela IDE Delphi 7 mempunyai perangkat-perangkat yang dapat dipergunakan untuk memudahkan seorang programmer dalam membuat program. Secara default , Borland telah mengatur letak perangkat-perangkat sedemikian rupa, perangkat-perangkat tersebut diantaranya :

  1. Menu Bar
  2. Tool Bar
  3. Component Palette
  4. Object TreeView
  5. Object Inspector
  6. Form Designer
  7. Code Editor
  8. Code Explorer

1. Menu Bar

Menu pada Delphi memiliki kegunaan seperti menu pada aplikasi Windows lainnya. Dari menu ini programmer dapat memanggil, menyimpan program, menjalankan program, meremove komponen atau menambahkan komponen baru dan lain sebagainya. Singkatnya segala sesuatu yang berhubungan dengan IDE Delphi dapat Anda lakukan dari menu.


2. Speed Bar / Tool Bar
Speed Bar atau yang sering juga disebut toolbar berisi kumpulan tombol yang tidak lain adalah pengganti beberapa item menu yang sering digunakan. Dengan kata lain, setiap tombol pada Speed Bar menggantikan salah satu item menu. Sebagai contoh, tombol kiri atas adalah pengganti File New , tombol disebelah kanannya adalah pengganti menuFile Open , dan seterusnya.

3. Component Palette 
Component Palette berisi kumpulan icon yang melambangkan komponen-komponen pada VCL ( Visual Component Library ). VCL adalah merupakan pustaka komponen yang dengannya Anda dapat membangun sebuah aplikasi. Pada Component Palette , terdapat beberapa tab, yaitu Standard , Additionals , Data Access , Data Controls dan lain sebagainya.

4. Object TreeView 
Object TreeView berisi struktur pohon yang menampilkan semua nama komponen yang telah Anda letakkan pada form designer atau biasa juga disebut dengan hirarki seperti pada Windows Explorer .

5. Object Inspector 
Object Inspector digunakan untuk mengubah karakteristik dari sebuah komponen. Ada dua tab pada Object Inspector , yaitu Properties dan Events . Pada tab Properties Anda dapat mengubah nilai dari beberapa komponen yang telah diletakkan pada form , sedangkan tab Eventsdigunakan untuk menyisipkan kode untuk menangani kejadian tertentu. Kejadian dapat dibangkitkan karena bebarapa hal, seperti pengklikan mouse, penekanan tombol keyboard, penutupan jendela dan lain sebagainya.

6. Form Designer 
Form Designer merupakan tempat dimana programmer dapat merancang jendela aplikasi atau tempat untuk desain interface dari aplikasi Windows . Desain form dilakukan dengan cara meletakkan komponen-komponen yang diambil dari Component Palette .

7. Code Editor 

Code Editor adalah tempat dimana programmer menuliskan kode program yang pernyataan-pernyataannya dalam bahasa Object Pascal . Hal utama yang perlu diperhatikan dalam Code Editor adalah Anda tidak perlu menuliskan seluruh kode sumber karena Delphi telah menuliskan semacam kerangka sumber.

8. Code Explorer

Code Explorer merupakan fasilitas baru yang terdapat di dalam Delphi 7 yang tidak ditemukan pada versi-versi sebelumnya. Code Explorer digunakan untuk memudahkan pemakai berpindah antar file unit yang terdapat di dalam jendela Code Editor.

Disini saya akan menambahkan sebuah tutorial untuk button. Sebelum membuat tutorialnya, telebih dahulu mengetahui dimana letak button tersebut. Button berada di dalam component palette, disini juga berisikan banyak menu.

Menu dalam component palette terdiri dari : 


  • Standard
  • Additional
  • Win32
  • System
  • Data Access
  • Data Controls
  • dbExpress
  • DataSnap
  • BDE
  • ADO
  • InterBase
  • Web Services
  • InternetExpress
  • Internet
  • WebSnap
  • Decision Cube
  • Dialogs
  • Win 3.1
  • dan lain-lain
Karena button berada di menu standard, sebelum itu terlebih dahulu mengetahui apa saja komponen yang ada di dalam menu standard. Menu standard terdiri dari :
  • Frame
  • MainMenu
  • PopupMenu
  • Label
  • Edit
  • Memo
  • Button
  • CheckBox
  • RadioButton
  • ListBox
  • ComboBox
  • ScroolBar
  • GroupBox
  • RadioGroup
  • Panel
  • ActionList
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, bahwa saya akan membuat sebuah tutorial pada button, bagaimana cara kerjanya dan apa fungsinya.



Buatlah sebuah form.
caranya : klik file kemudian pilih new dan yang terakhir klik form seperti berikut :















Masukan komponen-komponen berikut pada form :


























Berikut adalah gambar setelah kita memasukkan komponen diatas :





















Masukan listing pada button Proses sebagai berikut dengan meng-klik 2 kali :

var

total, akhir : integer;

begin

total := StrToInt(Edit2.Text)+StrToInt(Edit3.Text)+StrToInt(Edit4.Text);

Edit5.Text:=IntToStr(total);

akhir := total div 3;

Edit6.Text:=IntToStr(akhir);

if akhir >= 85 then

Edit7.Text:='A'

else if akhir >= 70 then

Edit7.Text:='B'

else if akhir >= 60 then

Edit7.Text:='C'

else if akhir >= 50 then

Edit7.Text:='D'

else

Edit7.Text:='E';

//Keterangan

if Edit7.Text='E' then

Label8.Caption:='Tidak Lulus'

else

Label8.Caption:='Lulus';

4. Listing Baru sbb:

Edit1.Enabled:=True;

Edit2.Enabled:=True;

Edit3.Enabled:=True;

Edit4.Enabled:=True;

Edit5.Enabled:=True;

Edit6.Enabled:=True;

Edit7.Enabled:=True;

BitBtn1.Enabled:=True;

Edit1.Text:='';

Edit2.Text:='0';

Edit3.Text:='0';

Edit4.Text:='0';

Edit5.Text:='';

Edit6.Text:='';

Edit7.Text:='';

Label8.Caption:='_';


Edit1.SetFocus;



Listing program pada button Keluar sbb:

Application.Terminate;

Masukan listing pada Form Aktivate, caranya klik pada bagian Events kemudian klik 2x sebelah kanan pada OnAktivate.mlihat gambar dibawah ini. 

Masukan listing berikut :
Edit1.Enabled:=False;

Edit2.Enabled:=False;

Edit3.Enabled:=False;

Edit4.Enabled:=False;

Edit5.Enabled:=False;

Edit6.Enabled:=False;

Edit7.Enabled:=False;

BitBtn1.Enabled:=False;

Penjelasan Program :


Ketika program dijalankan, pada bagian edit yaitu edit1 sampai edit 7 dan tombol Proses bersifat Enable (tidak berfungsi) dan setfocus pada tombol Baru. Dalam artian kita blum bisa mengimput data, Jadi ketika mau mengimput kita harus klik dulu tombol Baru, baru bisa mengimput data.
Silahkan lihat gambar-gambar dibawah ini.



         
















Berikut merupakan output program jika kita me-run program dengan klik symbol warna hijau :